Cara kreatif belajar Sinematografi dari rumah di tengah pandemi Covid - 19
Saat ini dunia tengah digemparkan dengan wabah Covid-19. Yang dimana penyebaran nya bisa melalui udara dan interaksi secara sosial. Untuk mengantisipasi jumlah korban yang terkena dampak dari Covid-19 maka pemerintah menghimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah termasuk jam belajar perkuliahan.
Beberapa sekolah dan perguruan tinggi telah melakukan sistem belajar online dan hanya dari #rumahsaja tanpa harus tatap muka. Maka menjadi seorang Mahasiswa harus lah kreatif terhadap sistem belajar yang tidak biasa ini.
Termasuk untuk mata kuliah Sinematografi yang harus dilakukan secara online dan hanya dari #rumahsaja. Namun sebagai mahasiswa yang kreatif pembelajaran bisa dimulai dari buku 'Memahami Film' bahkan juga internet.
(seperti digambar)
Namun hanya #dirumahsaja membuat kamu bosan jika melakukan aktivitas itu itu saja, kamu bisa mencoba untuk mempraktikan ilmu yang telah kamu dapatkan dari Memahami Film dan internet, eitsss.. Sebelum itu kamu harus mengenal dan menguasai elemen yang ada dalam prosese praktik 'sinematografi' .
Berikut elemen nya :
- Kamera dan Lensa
- Type of Shoot
- Komposisi video
- Pemilihan angle
- Camera movement
Selain elemen dari praktik sinematografi,
Untuk Anda yang masih pemula perlu juga untuk belajar teknik dasar sinematografer, Kami sudah merangkum 8 teknik dasar sinematografer yang bisa Anda praktekan sendiri. Silahkan simak pembahasannya berikut ini:
Extreme Long Shot adalah teknik yang digunakan dalam pengambilan gambar awal yang menunjukan set lokasi suatu adegan atau isi dalam cerita. Teknik ini menggunakan kamera lensa wide agar semua objek bisa masuk dalam frame. Dalam teknik dasar sinematografi, extreme long shot ini rule of third perlu diaplikasikan dengan benar agar komposisi gambar menjadi menarik untuk dilihat.
Teknik very long shot menggunakan area yang memperlihatkan seluruh tubuh dari objek agar tidak terpotong dalam frame. Teknik ini lanjutan dari extreme long shot sehingga fokusnya utamanya pada subjek dengan segala pengambilan gambar tanpa ada bagian yang terpotong oleh frame. Objek utama dalam teknik very long shot ini juga menjadi highlight utama dalam pengambilan gambar.
Teknik long shot dalam sinematografi adalah untuk membuat para mata penonton kelihat keleluasaan dari objek, dalam istilah lain bisa disebut landscape format size. Teknik long shot ini biasanya digunakan saat opening shot sebuat film atau video, yang pasti Anda tetap harus mengedepankan aturan rule of third.
Teknik medium close up dikenal dengan teknik mengambil gambar setengah badan. Teknik ini banyak dipakai dalam sesi wawancara karena gambar yang dihasilkan lebih dinamis bisa melihat semua pergerakan setengah badan dengan detail, sehingga tidak menimbulkan kebosanan. Agar bervariasi, dalam melakukan teknik medium close up usahakan menggunakan kamera lebih dari satu, agar angle video yang dihasilkan bisa berbeda. Contoh video wawancara kamera dari depan, medium shot selebah kiri atau medium shot sebelah kanan.
Close up menjadi teknik yang paling populer, banyak para sinematografer menggunakan teknik ini. Komposisi gambar yang diambil adalah berfokus pada wajah orang langsung. Teknik ini cocok juga digunakan dalam sesi wawancara karena bisa melihat dengan jelas ekspresi orangnya mulai dari bawah bagu sampai kepala.
Panning shot adalah teknik pengambilan gambar dengan mengerakan secara vertical dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Teknik ini sebenarnya cukup sederhana dalam pengambilan gambar, kuncinya kamera harus stabil saja. Jika memungkinkan Anda bisa menggunakan tangan dan bisa juga menggunakan gimbal atau slider kamera.
Crane shot adalah pengambilan gambar dengan arah vertical bawah ke atas atau sebaliknya. Teknik ini bisa diaplikasikan untuk menghasilkan efek transisi yang menarik. Untuk bisa menggunakan teknik ini Anda perlu menggunakan crane khusus kamera yang harganya terbilang mahal dan perlu adanya operator yang handal.
Teknik terakhir dalam sinematografi adalah track-in shot. Untuk bisa melakukan teknik ini Anda perlu memiliki stabilizer kamera agar saat pengambilan gambar tidak goyang. Jika masih handheld akan sangat susah apalagi dengan membawa kamera yang berat. Teknik ini dilakukan untuk pengambilan gambar dari jarak jauh jadi dekat.
Sekian informasi yang dapat Sonia Adetya bagikan, semoga dapat bermanfaat dan tetap bisa produktif selama #dirumahaja


Cukup 500 kata gak ini Sonia?
BalasHapusCukup bu, insyaallah🙏
Hapus